KKN-IK 2021 DESA MINTORAHAYU MELAKUKAN SURVEI DAN PENDATAAN UMKM PADA USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR SEBAGAI USAHA YANG MENJANJIKAN

Bisnis ternak ayam petelur merupakan peluang usaha yang menjanjikan karena selain bisa dimanfaatkan telurnya, ketika ayam sudah tua dan sudah tidak bisa bertelur lagi, maka dagingnya juga bisa dimanfaatkan atau dijual ayamnya. Mengingat telur dan daging ayam merupakan bahan makanan yang sering digunakan di tempat-tempat usaha makanan maupun untuk kebutuhan rumah tangga.

Pada tahun 2018, bapak Munikan membuka usaha ternak ayam di samping rumahnya yang bertempat di desa Mintorahayu, dukuh jumput, RT. 01/RW. 01. Modal awal yang digunakan untuk membuka usaha yaitu sebesar Rp 50.000.000. Modal tersebut digunakan untuk membuat kandang, membeli anakan ayam, dan membeli pakan ayam. Bapak Munikan menjual ayam dan telur ayam di pasar winong, toko, maupun warung dekat tempat tinggalnya. Seiring berjalannya waktu, omset perhari bisa menjual 30-50 kg telur ayam.

Bapak Munikan lebih fokus menjual telur ayam, untuk ayamnya dijual ke pasar maupun konsumen membeli langsung ke rumah ketika sudah tidak bisa bertelur lagi. Harga per kg yaitu Rp 100.000 sehingga pendapatan perhari kurang lebih Rp 3.000.000 yang setiap hari di distribusikan ke pasar. Promosi yang dilakukan melalui online maupun offline, online lewat whatsaap dan facebook, untuk offline melalui mulut ke mulut.

Selain bapak Munikan, di dukuh ronggo juga ada yang memiliki ternak ayam yaitu Bapak Ismanto. Beliau memilih ternak ayam petelur karena pendapatan cenderung stabil karena setiap harinya ayam bisa menghasilkan telur dan pasarnya juga luas. Modal yang dibutuhkan untuk memulai usahanya kurang lebih 20 juta yang digunakan untuk pembuatan kandang ayam, membeli ayam siap telur, pakan, vitamin, minum ayam, dan suntik vaksin. Untuk penghasilan per harinya sekitar 50kg telur. Hasil telurnya dipasarkan di toko sembako, dan pasar.

   

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan