KKN-IK 2021 DESA MINTORAHAYU MELAKUKAN SURVEI DAN PENDATAAN PADA USAHA BUDIDAYA JAGUNG YANG MERAUP KEUNTUNGAN JUTAAN RUPIAH

Jagung (Zea mays. L.) merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi kehidupan manusia dan hewan. Jagung mempunyai kandungan gizi dan serat kasar yang cukup memadai sebagai bahan makanan pokok pengganti beras. Selain sebagai makanan pokok, jagung juga merupakan bahan baku makanan ternak.

Kebutuhan akan konsumsi jagung di Indonesia terus meningkat. Hal ini didasarkan pada makin meningkatnya tingkat konsumsi perkapita per tahun dan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia. Jagung merupakan bahan dasar / bahan olahan untuk minyak goreng, tepung maizena, ethanol, asam organik, makanan kecil dan industri pakan ternak. Pakan ternak untuk unggas membutuhkan jagung sebagai komponen utama sebanyak 51,4 %.

Banyaknya manfaat dari jagung, membuat peneliti ingin mengetahui lebih banyak tentang budidaya jagung. Desa Mintorahayu yang terletak di kecamatan winong, kabupaten Pati merupakan desa yang mayoritas penduduknya seorang petani. Luas sawah di desa Mintorahayu sebesar satu per tiga bangunan rumah penduduk desa Mintorahayu. Setiap musim panen, padi yang diperoleh sebanyak 1180,2 ton. Selain menanam padi, warga desa Mintorahayu juga ada yang menanam jagung.

Beliau bernama bapak Sugiarto, pak Sugiarto mulai menanam jagung sejak tahun 2019. Jenis jagung yang ditanam yaitu hibrida super bisi 321 “Simetal”. Jagung membutuhkan irigasi yang baik, adanya irigasi yang baik seperti sumur didekat sawah, mempermudah penanaman dan perairan jagung. Bapak Sugiarto menanam jagung satu kali dalam setahun setelah panen padi. Luas sawah yang ditanami jagung sebesar 3600 meter per segi. Dalam sekali panen jagung mencapai Rp 12.500.000.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan