KKN-IK 2021 DESA MINTORAHAYU MELAKUKAN SURVEI DAN PENDATAAN UMKM PADA USAHA BUDIDAYA TERNAK JANGKRIK DENGAN PEMELIHARAAN YANG MUDAH

Jangkrik merupakan salah satu jenis serangga yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Karena pemeliharaannya yang cukup mudah, modal relatif kecil dan perputaran modal cukup cepat, serta hemat lahan. Itu merupakan beberapa faktor kenapa memilih budidaya ternak jangkrik. Salah satunya yang berada di kediaman bapak  Edi Warsito, Bayu, dan Heri yang berada di dukuh ronggo, desa Mintorahayu. Usaha ternak jangkrik sendiri dijalani mulai tahun 2020. Modal awalnya kurang lebih 7 juta yang dibutuhkan untuk membuat kandang, membeli telur jangkrik, pakan jangkrik, dan tempat bekas telur ayam yang digunakan agar tempat tetap lembab dan tempatnya redup.

Awalnya mereka membeli telur jangkrik yang biasanya akan menetas kurang lebih satu minggu dengan tetap menjaga kelembaban kandangnya. Ketika sudah menjadi jangkrik diberikan makan seperti voer ayam, sayuran, dan gedebok pisang. Jangkrik hasil tangkarannya dipasarkan melalui media facebook dan bisa diambil langsung di rumah atau di antarkan langsung kepada pembeli. Kebanyakan jangkrik yang dijual biasanya digunakan pembeli untuk pakan burung, umpan memancing, dan untuk dijual kembali. Harga jual jangkrik biasanya mereka mematok harga dari 40.000 per kg. Untuk penghasilannya tidak tertentu, tergantung banyaknya pembeli dan banyaknya jangkrik siap panen yang dapat dijualnya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan